banner 728x250

Dinas Perikanan Sulsel, Sosialisasi SOP Hygieni TPI Bone

Sosialisasi SOP TPI Hygieni oleh UPT P2W1, Dinas Perikanan Sulawesi Selatan

BONE, Global Terkini.Com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Wilayah 1 Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar sosialisasi penerapan Standard  Operasing Procedures (SOP) Pelabuhan perikanan dan tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Hotel Artain, jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Jeppe’e, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Rabu 19 Nopember 2018.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Wilayah 1(P2W1), Ir. H. Bahtiar Lewa MT, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone, Dra. Hj. Andi Wahidah SH, para nelayan TPI Lonrae dan Penyuluh Perikanan Kab Bone. Turut hadir sebagai nara sumber, Prof.  Sudirman (Akademisi), Dr. Basri Bado, SE.,Msi dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bone dalam sambutanya saat  membuka acara sosialisasi itu mengatakan, bahwa kegiatan ini tentu sangat bermampaat  bagi para nelayan, sebab akan memberikan edukasi atau pencerahan agar lebih memahami bagaimana seharusnya melakukan pekerjaannya lebih baik lagi. Kata Andi Wahidah.

“Terutama dalam pencapaian Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI), yang standar dan hygienis. Tentu hal itu bisa terwujud ketika ada sinergitas antar dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian maupun Dinas Pergangan” ujar Wahidah.

Saat yang sama, Kepala sub bagian Unit Pelaksana Teknis (Kasubag UPT) Pelabuhan Perikanan Wilayah 1, Hj. Hamsiana, dalam sambutanya mengatakan, bahwa tempat pelelangan ikan (TPI) itu merupakan salah satu pungsi yang disediakan untuk memfasilitasi kegiatan jual beli ikan di Pelelangan, agar kualitas ikan yang dipasarkan tetap terjaga kualitasnya. Katanya

“Menurunnya kualitas ikan pada pada sentra pemasaran, disebabkan oleh pengelolaan dan perawatan lingkungan tempat pelelangan. TPI yang yang yang terlihat jorok dan kumuh, akan berpengaruh pada nilai dan harga ikan yang dipasarkan. Kemerosotan itu bisa disebabkan oleh lingkungan TPI yang kotor, fasilitas sanitasi Hygieni yang tdk tersedia, kondisi peralatan yg kotor, serta bongkar muat yang tidak teratur. Hal itu mendorong potensi terjadinya kontaminasi yang kurang baik terhadap Standard Oprasional Procedur (SOP). Oleh karena itu, sosialisasi ini di anggap penting untuk dilaksanakan oleh UPT Pelabuhan Perikanan Wilayah 1 yang berkedudukan di Kabupaten Bone. Khususnya kepada semua nelayan dan para peserta sosialisasi agar bisa memahami apa itu TPI Hygieni” Pungkas Hamsiana.

Penulis : Andi Trisna