banner 728x250

Soal Demo di Perayaan HJB ke 689, Bupati Bone: Itu Biasa

 

Bone,Globalterkini.Com- Menanggapi aksi demonstrasi puluhan mahasiswa di depan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat 5 April kemarin. Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi menganggap hal tersebut biasa saja.

Hal itu disampaikannya saat ditemui usai melaksanakan Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Bone (HJB) ke 689 di Kantor DPRD Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu 6 April 2019.

“Mereka mungkin tak menyadari, keterbatasan Dana membuat kita tak bisa membangun Bone secara keseluruhan, tapi mestinya sadar kalau di Bontocani, sudah besar alokasi Dana kita berikan dibanding Daerah lain, bukan berarti kita sampai di situ, kita akan tetap perhatikan sesuai dengan kemampuan Dana,” Tutur Andi Fahsar.

Lebih jauh dia menjelaskan, Pemerintah dalam hal ini tak bisa melihat seluruh Desa, namun harus melihat bagaimana Kecamatan bisa maju dan mencoba membuka isolasi.

“Itu sudah kita lakukan selama beberapa tahun terakhir, cuma memang tahun ini anggaran kurang, sehingga tak lagi sampai kesana, tahun depan apabila Dana memungkinkan, saya kira bisa. Nafas kita adalah membangun Bone, tapi ada porsinya,” Imbuhnya.

Ditanya terkait Beasiswa yang juga menjadi tuntutan pendemo, Andi Fahsar mengatakan.

“Memang selama ini belum kita siapkan, Pegawai juga tak kita anggarkan, tapi kedepan kita akan berfikir, tergantung kemampuan Keuangan Daerah. Prioritas utama saat ini adalah infrastruktur, kepentingan secara keseluruhan, beasiswa tetap kita perhatikan, namun tentu ada tahapan. Harus disadari, anggaran pendidikan di Bone sudah lebih dari 20% tuntutan Undang-Undang,” Katanya.

Sebelumnya, Puluhan Mahasiswa tergabung dalam “Solidaritas Mahasiswa Bone” melakukan demonstrasi diwarnai bakar ban menuntut realisasi janji Bupati Bone. Diantaranya, pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan dan anggaran beasiswa untuk Mahasiswa.

Sebelum membubarkan diri, masa bahkan berjanji akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan tersebut tak diindahkan.

Penulis: Indra Mahendra