banner 728x250

Menguak Elegi Kehidupan Bersama Paskas dan Sips

Paska bersama Sips Bone, kunjungi rumah warga kelurahan Macege yang tak layak huni.

Bone, Globalterkini.com –  Tidak semua orang memiliki nasib baik dalam peruntungan hidup. Allah senantiasa menguji ummatnya dengan beragam cobaan. Dari situ Allah mengisaratkan keadilanNya, agar dinamika kehidupan terus menggeliat sesuai kodratnya. Satu sama lain senantiasa membutuhkan, agar pintu –pintu amalan selalu terbuka bagi umat muslim yang berakal dan beramal shaleh. Sebuah kehidupan yang membuat hati miris membuka mata hati, bahwa mungkin kehidupan kita masih lebih beruntung dari segi finansial dan sosial ekonomi.

Rabu, 13 Mei 2020 sekitar pukul 13.00 siang tadi, Pasukan Amal Shaleh (PASKAS) bersama Solidaritas Insan Peduli Sesama (SIPS) Kabupaten Bone, terlihat mengunjungi sebuah rumah reyot diantara pemukiman warga ditepian sawah. Rumah tersebut berada di jalan Lapawawoi Karaeng Sigeri, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Rumah tersebut terlihat kumuh dan sempit, berdinding potongan – potongan kardus dan kain, bahkan nyaris ambruk. Ironisnya, didalam rumah reyot ini dihuni dua orang anak yang masih sekolah di sekolah dasar, bersama kedua orang tuanya. Sejak sudah sekian lama sang ayah sakit, mengais rejeki mencari nafkah diambil alih oleh sang ibu dengan memulung barang – barang bekas untuk dijual demi mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Tak ayal, kedua anaknya yang seharusnya fokus menuntut ilmu, terpaksa harus bekerja sebagai pemulung membantu sang ibu.

Perbincangan dengan ibu Rusmia (31 tahun), pemilik rumah reyot tersebut, seakan menguak sebuah elegi kehidupan yang terpinggirkan. Didalam rumah yang tidak layak huni ini masih menaugi 4 jiwa yang konon belum tersentuh perhatian pemerintah. Kunjungan Paskas bersama Sips kali ini hanya mampu memberi sembako sekedarnya. Kendati demikian, insan – insan pejuang amal sholeh dan pemerhati sosial  berharap agar bantuan ini bisa sedikit meringankan beban hidup mereka.

Menurut ketua Solidaritas Insan Peduli Sesama (SIPS), dr. Mawar, kondisi warga tersebut sudah dikabarkan kepada instansi terkait. Bahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone, juga sudah disampaikan. Semoga masalah itu cepat disikapi. Harap dr. Mawar.

Sementara itu, dari pihak Paskas Kabupaten Bone yang intens turun lapangan membantu masyarakat yang tidak mampu (dhuafa), para guru mengaji, para penghapal Al Qur’an serta pondok – pondok pesantren, kali ini kembali menyalurkan santunan untuk membantu meringankan beban ibu Rusmia bersama keluarganya.

Keterangan dari salah satu pengurus Paskas menyebut, mekanisme penyaluran bantuan yang selama ini dilakukan, tidak perlu menggunakan sistim pendataan yang sistematis. Cukup melakukan survey langsung dilapangan untuk melihat dan mengetahui kondisi yang sebenarnya. Jika dianggap layak untuk diberikan, kita berikan bantuan. “setiap informasi yang masuk ke Paskas, kita tindak lanjuti dengan survey lokasi soal layak tidaknya untuk dibantu” ungkap Andi Trisna

“Bantuan kepada kaum dhuafa, sudah tidak terhitung jumlahnya. Infaq beras melalui para donator, langsung disalurkan kepada yang berhak menerima. Perhatian para dermawan untuk berinfaq beras, menunjukan antusiasme yang sangat baik. Demikian pula dengan para relawan yang masuk sebagai pejuang – pejuang amal sholeh, mereka bekerja tanpa pamrih dan tak kenal lelah. Ini sebuah berkah yang patut untuk kita syukuri” ujar Trisna menambahkan.

Apa yang menjadi kegiatan hari ini, menjadi hikmah dan pelajaran yang sangat berharga. Bahwa masih banyak saudara – saudara kita yang kehidupannya sangat tidak layak dan butuh uluran tangan kita. Untuk itu, keberadaan Paskas dan Sips harus ada ditengah – tengah masyarakat untuk menuai sebuah arti dalam beribadah.

Asri Romansa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ibu rusmia ,usia 31 tahun.

Solidaritas insan peduli sesama