banner 728x250

Jenazah Warga Sempat Tertahan di RSUD Akibat Tidak Cukup Biaya, Dewan Dorong Bone UHC

Ketua Fraksi Nasdem, Muh Salam alias Lilok (kaos hitam) saat di RSUD Tenriawaru Bone

Bone, Globalterkini.Com| Sempat tertahan beberapa jam, jenazah Sahrul warga Arasoe, akhirnya diizinkan pulang pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Bone, Sulawesi Selatan.

Pihak keluarga baru diizinkan membawa pulang setelah Muh Salam yang merupakan Ketua fraksi Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bone datang ke sana.

Sebelumnya pihak keluarga mengaku tidak diizinkan pulang, karena tidak mampu melunasi biaya perawatan selama beberapa hari di RSUD.

Almarhum Sahrul meninggal pada Senin 14 Februari 2022 usai magrib, dia menjalani perawatan sejak tanggal 3 lalu akibat penyakit paru-paru.

” Saya datang setelah ditelepon pihak keluarga, mereka tidak diizinkan pulang karena tidak mampu bayar biaya Rp 8 juta sebagai jaminan, seperti yang diminta pihak Rumah Sakit, ” Kata Muh Salam.

Pihak keluarga saat itu hanya memiliki uang Rp 3 juta, sehingga biaya pembayaran dinilai tidak cukup dan berujung pada insiden tersebut.

Pria yang akrab disapa Lilok Ak itu lantas meminta pihak Pemerintah Kabupaten Bone untuk segera menyelesaikan persoalan itu, dia berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa.

Apa lagi, kesehatan gratis merupakan salah satu janji Bupati, OPD terkait harusnya betul-betul serius dan mengedepankan sisi kemanusiaan dalam memenuhi hak dan kebutuhan masyarakat dalam hal layanan kesehatan.

Dia juga menyinggung soal BPJS masyarakat yang di Non aktifkan secara sepihak, menurutnya tindakan itu cacat administrasi dan berpotensi pidana. Tidak sampai disitu, dia juga menyebut Bone harus UHC untuk kualitas layanan kesehatan yang lebih baik.

Untuk diketahui, Universal health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta adalah sistem yang menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

” Tidak ada jalan lain Bone harus UHC, ketika itu dilakukan saya kira tidak akan ada masalah, lagi pula, jika itu terealisasi tentu imbasnya akan baik ke Bupati, harusnya OPD ini mendorong karena pasti kita akan dukung, ” Katanya.

Terpisah, Humas RSUD Tenriawaru, Ramli membantah hal tersebut.

Ramli menjelaskan, pasien meninggal sekitar pukul 18.00 lewat, di zal C1, jenazahnya kemudian tetap di tempat itu dan tidak dibawa ke ruang IPJA atas permintaan keluarga sendiri.

” Katanya, ada pesan sebelum meninggal supaya jangan dibawa ke ruang jenazah. Karena kebetulan di kamarnya memang tidak ada pasien lain, sehingga permintaan itu di penuhi, ” Ujar Ramli.

Kemudian lanjut dia, perawat menyampaikan ke pihak keluarga agar ke ruang billing untuk diberitahukan jumlah biaya yang harus dibayar, namun pihak keluarga meminta untuk dibiarkan tetap di zal C1 karena ada yang ditunggu.

Soal biaya menurut Ramli, seharusnya yang dibayar sebanyak Rp 12 juta lebih, hal itu disebabkan pemakaian O2 yang cukup banyak, sekitar 54 ribu liter, mulai dari IGD sampai ke ruang perawatan, ditambah biaya obat dan lain lain.

” Petugas kami menyampaikan, apabila uangnya kurang, simpan saja jaminan Rp 8 juta, tapi mereka mengaku cuma punya Rp 3 juta, sehingga petugas bilang, biar itu saja dulu nanti sisanya dibayar kemudian. Jadi kami mau luruskan kembali info yang berkembang, pihak RSUD sama sekali tidak menahan jenazah, ” Kunci Ramli.

Ditanya soal komentar Ketua Fraksi Nasdem, Ramli menolak memberi tanggapan.

Penulis: Indra Mahendra