banner 728x250

Oknum Jaksa Diperiksa Kejati, Soal Raibnya Dana Pengembalian Ratusan Juta

Kantor Kejaksaan Negeri Bone, Sulawesi Selatan di Jl Yos Sudarso.

Bone, Global Terkini- Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bone, nampak sedikit malu-malu menanggapi sejumlah pertanyaan wartawan sehubungan dugaan raibnya dana pengembalian Kerugian Negara yang melibatkan mantan Kasi Pidana Khusus (Pidsus), AK dengan Kepala Desa Letta Tanah, Ahmad.

Reaksi tersebut cukup beralasan, lantaran Kasi Intel, Andi Hairil baru beberapa hari menjabat, kendati dirinya bukanlah sosok baru di lingkup Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone, Sulawesi Selatan.

” Untuk teknisnya saya masih sangsi berbicara banyak, karena saya juga kan masih baru, ” Kata Andi Hairil, ditemui di ruang kerjanya, Jl Yos Sudarso, Selasa 12 April 2022.

Andi Hairil kemudian menyampaikan jika kasus AK dan Ahmad tersebut, saat ini sedang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati).

” Kemarin tim pengawasan dari Kejati sudah turun, beberapa jaksa terkait yang merupakan bagian internal Pidsus juga sudah diperiksa, jadi kita tunggu hasilnya, ” Katanya lagi.

” Tim yang turun kemarin, ada sekitar 7 orang, ” Tambahnya.

Ditanya soal apakah uang sebanyak Rp 300 juta yang diasumsikan sebagai pengembalian Kerugian Negara tersebut tercatat di Kejari, lagi-lagi Andi Hairil mengaku belum bisa memberi informasi, karena hal itu telah menjadi wewenang Kejati.

Meski begitu, Andi Hairil menyebut jika dugaan temuan pada proyek Desa Letta Tanah tercatat, dengan nomor perkara SP. Dik-01/P.4.14/Fd.1/11/2020.

Sebelumnya diberitakan, Kades Ahmad memberikan uang kepada mantan Kasi Pidsus AK melalui keluarganya. Jumlahnya sesuai permintaan AK berdasarkan temuan pada proyek rabat beton tahun anggaran 2019 di Desanya.

Uang diberikan secara bertahap, dimana secara langsung (cash) sebanyak tiga kali, dan transfer ke rekening pribadi AK, satu kali.

Kata Ahmad, AK mengaku akan mengembalikan uang tersebut ke rekening Desa setelah terkumpul, namun hingga kini uang Rp 300 juta itu tidak diketahui lagi kemana rimbanya.

Hal itu pun gaduh di ruang publik dan belum ada klarifikasi dari AK. Bahkan, pertanyaan publik tentang siapakah yang melaporkan proyek tersebut, hingga kini juga belum terjawab.

Penulis: Indra Mahendra