banner 728x250

Protes Pembangunan Jalan Bandara, Warga Dibawa ke Polsek

Sejumlah petugas nampak siaga di lokasi.

 

Bone, Global Terkini – Pembangunan jalan utama Bandara Arung Palakka di Kecamatan Awangpone, Bone, Sulawesi Selatan, menuai pro kontra, sejumlah warga masih ada yang protes kendati lahan tersebut sudah dibebaskan, Rabu 11 Mei 2022.

Warga berinisial MA dan keluarga protes, diduga karena nilai kompensasi terlalu rendah. Meski demikian pengerjaan tetap diteruskan.

Mereka kemudian dibawa ke Kantor Polsek menggunakan mobil petugas.

Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah membenarkan hal tersebut, kata dia MA dibawa untuk selanjutnya diajak berdiskusi guna menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

” Kami coba memberikan pemahaman, menghindari tindakan anarkis warga. Setelah berdiskusi cukup lama, mereka akhirnya tenang dan pulang ke rumah masing-masing, ” Ungkap AKBP Ardiansyah.

” Karena inikan produk hukum, kalau keberatan silahkan lewat pengadilan, intinya kita mau jangan ada tindakan melanggar hukum, karena itu bisa merugikan mereka juga, ” Tambahnya.

Proses pembebasan lahan memang sudah dilakukan sejak 2019 lalu, kala itu sebanyak 41 orang warga diundang untuk musyawarah.

Warga yang yang belum sepakat diberi waktu 14 hari untuk pikir-pikir.

” Jadi lahan itu sudah dibebaskan, semua diberi uang kompensasi yang nilainya ditentukan tim appraisal, adapun 6 orang warga yang belum sepakat, uangnya dititip di Pengadilan, ” Kata Camat Awangpone, Andi Kamaluddin.

Sayangnya ketika ditanya soal berapa nilai kompensasi, dia mengaku tidak tahu.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle yang ditemui di lokasi menegaskan pengerjaan tetap dilanjutkan, sambil negosiasi berjalan.

” Sebenarnya MA itu adalah pemrakarsa, dia hanya minta agar nilai kompensasinya ditambah, cuma penentuan harga itu bukan kewenangan kita, karena yang dibayar bukan cuma tanah, sampai tanaman pun dibayar, ” Kata Ambo Dalle.

Rencananya, jalan yang tendernya dimenangkan CV Faris Jaya ini akan dibangun sepanjang 1,5 kilo meter dengan lebar 9 meter, target hingga 25 Mei 2022.

” Target awal sebenarnya 10 April, cuma kita perpanjang karena persoalan penolakan itu, adapun anggarannya 1,1 Milyar lebih, untuk perintisan dan perkerasan, ” Pungkas Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang, H Askar.

Penulis: Indra Mahendra