banner 728x250

Belasan Warga Muara Terancam Disetop Bantuannya, Ada Yang Dicekik Sekdes

Andi Karnadi (kemeja putih) saat membeberkan kejadian di Desa Muara.

Bone, Global Terkini- Sebanyak delapan belas warga Desa Muara, Kecamatan Tonra, Bone Sulawesi Selatan, terancam disetop bantuannya.   Oleh Sekretaris Desa, mereka diminta menandatangani surat pengunduran diri sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Selasa 6 Desember 2022.

Diduga kuat, tindakan Sekdes yang diketahui merupakan anak dari Kades terpilih tersebut, dilatari perbedaan dukungan. Dimana delapan belas orang dimaksud adalah pendukung Andi Karnadi, calon yang kalah pada Pilkades beberapa waktu lalu.

” Sekdes itu anak petahana yang terpilih kembali, kuat dugaan tindakan itu imbas dari pemilihan beberapa waktu lalu, karena delapan belas orang itu semua pendukung saya, ” Kata Karnadi.

Masih kata Karnadi, para warga awalnya tak tahu jika yang ditandatangani adalah surat pengunduran diri, dikarenakan tak diberitahu dan tulisan pada surat entah sengaja atau tidak, memang ditutup sebagian. Warga mengira jika yang mereka tandatangani adalah surat pemanggilan untuk menerima bantuan.

” Nanti ketahuan, setelah ada warga tak sengaja melihat tulisan siap mengundurkan diri, kemudian disampaikan ke saya dan langsung saya tindaklanjuti, ” Katanya.

Warga yang tak terima lantas mendatangi Sekdes untuk protes. Di luar dugaan, Sekdes naik pitam dan mencekik seorang warga bernama Ical.

Tindakan itupun dilaporkan Ical ke Polsek setempat dengan nomor B/32/XI/Res.1.6/2022, meski belakangan laporan tersebut dicabut. Menurut Karnadi, Ical mendapat intimidasi sehingga merasa khawatir akan keadaan keluarganya.

” Tapi ayah Ical dan belasan warga lain mendesak agar persoalan terkait surat pengunduran diri itu tetap dilanjutkan, mereka merasa dijebak, makanya dalam waktu dekat kami akan ke Polres, ” Kata Karnadi lagi.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Muara, Zardiawan membenarkan, dia beralasan surat pengunduran diri dimaksud adalah sebagai backup data kelengkapan berkas, ketika nanti tim pendamping PKH turun melakukan evaluasi.

” Ketika layak (terima bantuan -red) diteruskan, kalau tak layak dicancel, tergantung nanti pendamping PKH, ” Ujarnya.

Sementara ketika ditanya terkait aksinya mencekik warga, Zardiawan tak memberi penjelasan dan menganggap jika semua persoalan tersebut telah selesai.

Bahkan menurut dia, delapan belas warga yang sebelumnya terancam disetop bantuannya, tetap menerima. Adapun surat pernyataan yang ditandatangani telah dirobek.

” Sebenarnya ini sudah kelar semua, tak ada lagi masalah, karena yang bersangkutan sudah menerima dan sepakat di depan Kepala Desa dan Sekdes, bahwa penyataan itu sudah tak ada, ” Ucap Zardiawan.

Penulis: Indra Mahendra