banner 728x250

Tak Hanya Cekik Warga, Sekdes Muara Juga Dilaporkan Terkait Pengancaman

Semmiati ditemani belasan warga melaporkan Sekdes Muara ke Polres Bone.

Bone, Global Terkini- Dugaan upaya penyetopan bantuan hingga aksi Sekretaris Desa (Sekdes) Muara, Kecamatan Tonra, mencekik warga berbuntut panjang.  Tak hanya meminta warga menandatangani surat pengunduran diri sebagai penerima bantuan PKH, Sekdes juga dilaporkan melakukan pengancaman, Rabu 7 Desember 2022.

Semmiati binti Nur Alam, warga yang mengaku terancam secara resmi melapor lewat SPKT Polres Bone, Sulawesi Selatan, laporan diterima dengan nomor LP/730/XII/2022/SPKT/RES BONE.

Semmiati tak sendiri ketika datang melapor, dia ditemani belasan warga lain.

” Saat kami protes terkait surat pengunduran diri itu, Sekdes hendak memukul saya, beruntung dilerai Kades, ” Kata Semmiati.

” Akibat tindakan tersebut, saya merasa terancam dan takut, serta trauma, ” Imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekdes bernama Zardiawan juga sempat mencekik seorang warga bernama Ical. Meski masalah dianggap sudah selesai, namun ayah Ical dan warga lain tetap meminta persoalan terkait surat pengunduran diri dilanjutkan.

Mereka merasa ditipu, karena awalnya tak tahu jika yang ditandatangani adalah surat pengunduran diri, Zardiawan diduga sengaja tak memberitahu dan menutup tulisan pada surat sehingga warga mengira jika yang mereka tandatangani adalah surat pemanggilan untuk menerima bantuan.

” Kalau warga yang dicekik itu memang sudah mencabut laporannya di Polsek, dia khawatir dengan keadaan keluarga karena sempat diintimidasi lewat mertuanya, meski begitu ayahnya tetap minta dilanjutkan, ” Kata Andi Karnadi.

Andi Karnadi adalah calon Kades yang bertarung melawan Petahana pada Pilkades beberapa waktu lalu, namun kalah. Petahana kembali terpilih hingga muncul persoalan seperti yang dilaporkan belasan warga tersebut.

Andi Karnadi menduga, tindakan Zardiawan yang tak lain adalah anak dari Petahana tersebut dilatari perbedaan dukungan. Karena warga yang dicekik hingga diancam adalah pendukungnya.

” Mereka minta tolong, jadi saya bawa melapor ke Polres, ” Kata Andi Karnadi lagi.

Sebelumnya, Zardiawan telah menjelaskan jika delapan belas warga yang terancam disetop bantuannya, tetap menerima. Adapun surat pernyataan yang ditandatangani telah dirobek.

” Sebenarnya ini sudah kelar semua, tak ada lagi masalah, karena yang bersangkutan sudah menerima dan sepakat di depan Kepala Desa dan Sekdes, bahwa penyataan itu sudah tak ada, ” Ujarnya kemarin.

Penulis: Indra Mahendra