banner 728x250

Refleksi Hari Juang Kartika di Bone. PANGDAM XIV HASANUDDIN, AKAN PIMPIN UPACARA HUT TNI AD

HJB dan HUT TNI AD tahun ini, di Pusatkan di Kabupaten Bone

BONE, Global Terkini.Com – Jumat, sore tadi 14 Desember 2018 sekira pukul 15.40 wita, penyambutan Panglima Komando Daerah Militer (KODAM) XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, S.Ip.,M.Si bersama isteri,  berlangsung di rumah jabatan (rujab) Bupati Bone, Dr. H. A. Fashar Mahdin Padjalangi, M.Si, jalan Petta Ponggawae, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.

Prosesi penyambutan yang di awali penyerahan cindera mata oleh Bupati Bone kepada Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, juga dihadiri oleh Komandan Komando Resort Militer (KOREM) 141 Toddopuli, Kolonel Inf Suwarno. S.A.P bersama isteri. Usai acara penyambutan, kemudian berlanjut ke lapangan Merdeka, guna mengecek kesiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Juang Kartika (HJK). Kunjungan lalu berlanjut  ke musium ‘Arung Palakka’, untuk pemakaian baju adat kebesaran kerajaan tanah Bone dan dilanjutkan  dengan pemberian gelar “LA PATANRA LIPU DAENG  PAWATANG” yang bermakna “Orang yang mampu memberikan Tanda Keamanan Suatu Wilayah”. Prosesi selanjutnya, melakukan pengecekan benda Pusaka Peninggalan Kerajaan Bone.

Kunjungan Pangdam XIV Hasanuddin di Kabupaten Bone ini, untuk mengamati dan melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan kerja berkaitan dengan pelaksanaan peringatan Hari Juang HJK, yang sejatinya merupakan Hari Ulang Tahun TNI AD ke 74, 15 Desember 2018 besok. Menurut rencana, upacara peringatan HJK dan HUT TNI AD 2018 ini, akan dilaksanakan di Lapangan ‘Merdeka’ jalan Orde Baru, Kabupaten Bone.

Diketahui, turut hadir dalam kegiatan ini adalah, Aspers Kasdam XIV Hasanuddin, Kolonel Kolonel Arm Ruly Chandrayadi S.H. Aster Kasdam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Hery Ponco Prakoso. Danden Inteldam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Andi Asmara Dewa. Dandim Sejajaran Korem 141Toddopuli beserta Ibu. Kapolres Bone,  AKBP Kadarislam Kasim, S.H.,S.I.k. Danyon C Brimob Bone, Kompol Nur Icshan S.sos. Ketua Pengadilan Negri Bone, Drs. Yushar A M. SH. Ketua Kejaksaan Negeri Bone. Para Dan Kabalakrem 141 Toddopuli. Para Kasi Pasirem 141 Toddopuli dan Para OPD Kabupaten Bone.

Terkait hal ini, sekilas catatan tentang Hari Juang Kartika (HJK), perlu diketahui bahwa HJK merupakan hari ulang tahunnya Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Darat (TNI-AD) yang diperingati setiap   Tanggal 15 Desember.  Jika dicermati sejarahnya, Hari Juang Kartika (HJK) diambil dari peristiwa besar, perang para pejuang yang dipimpin oleh Panglima besar Jenderal Soedirman, dalam peperangan ‘Palagan Ambarawa’. Dimana kondisi tentara pejuang ketika itu, hanya menggunakan senjata seadanya. Sangat jauh dari kata ‘modern’ sebagaimana senjata yang dimiliki oleh colonial belanda. Namun faktanya, para pejuang ini mampu memukul mundur dan membuat pasukan belanda bertekuk lutut di ‘Ambarawa’.

Kemenangan yang didapat itu, didorong oleh semangat patrotisme yang terus membara dengan tekad ‘lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah’, Merdeka atau mati, itulah semboyan yang terus dikobarkan dalam semangat perlawanan mengusir Belanda. Melihat situasi yang dihadapi dan kondisi medan diwilayah Ambarawa yang sekelilingnya diapit oleh pegunungan, Panglima besar  Jenderal Soerdirman bersama anak buahnya, berupaya mencari taktik jitu untuk melumpuhkan Belanda. Taktik tersebut dikenal dengan ‘Supit Urang’ atau pengepungan rangkap dari dua sisi yang membuat musuh betul-betul terkurung dan tidak bisa keluar sehinggga dapat dilumpuhkan.

Peristiwa Palagan Ambarawa ini membuat belanda berpikir ulang untuk berperang. Bagi pejuang dikala itu, jelas memberikan bukti bahwa, patriotisme, semangat juang dan kekompakan dalam satu komando perang, ditunjang dengan taktik perang yang jitu. Hal itu membangkitkan moril dan kepercayaan para pejuang bangsa kita untuk mempertahankan kemerdekaan yang masih seumur jagung.

Dalam peristiwa ‘Palagan Ambarawa’  tersebut dapat dikatakan, bagian dari sebuah perang darat yang berhasil dimenangkan pejuang TNI kala itu. Untuk itulah peristiwa Palagan Ambarawa oleh TNI AD dijadikan sebagai hari kelahirannya, yang kemudian dikenal dengan Hari Juang Kartika (HJK) TNIAD.

Peristiwa sejarah ini menjadi refleksi sikap para anggota TNI dalam membenahi diri dari segala kelemahan dan kekurangan dan senantiasa bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentara Nasional Indonesia (TNI), wajib memiliki kepekaan dan sikap emphati terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, bangsa dan Negara. Selain kualitas tugas, profesionalisme sebagai wujud tanggung jawabnya, TNI harus selalu dekat dengan rakyat. Sebab pada hakikatnya, TNI berasal dari rakyat, untuk rakyat dan kembali ke rakyat.

Rencananya, HJK tahun 2018 ini akan di terpusatkan di lapangan ‘Merdeka’ Kabupaten Bone. Pelaksanaan upacara besok 15 Januari 2018, akan digelar secara sederhana dengan menampilkan  sejumlah parade dan demonstrasi kebolehan prajurit yang dapat disaksikan oleh masyarakat. Selain itu, sejumlah kegiatan sosial lainnya, seperti penanaman pohon, penyerahan kunci rumah tali asih, sunatan massal dan bersih-bersih disejumlah titik, akan dilaksanakan besok. Semoga TNI kita selalu jaya dan dapat menjadi pengawal bangsa yang dapat diandalkan.

Reporter : Andi Trisna

Editor : Redaksi